<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>microsleep Arsip - Jago Movers</title>
	<atom:link href="https://jagomover.com/tag/microsleep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jagomover.com/tag/microsleep/</link>
	<description>Full Service Transport</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Jan 2022 06:02:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.12</generator>

<image>
	<url>https://jagomover.com/wp-content/uploads/2022/10/cropped-favicon-32x32.jpg</url>
	<title>microsleep Arsip - Jago Movers</title>
	<link>https://jagomover.com/tag/microsleep/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Catat, Mengemudi di Jalan Tol Paling Rentan Terkena Microsleep</title>
		<link>https://jagomover.com/catat-mengemudi-di-jalan-tol-paling-rentan-terkena-microsleep/</link>
					<comments>https://jagomover.com/catat-mengemudi-di-jalan-tol-paling-rentan-terkena-microsleep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2022 06:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan barang murah]]></category>
		<category><![CDATA[carter tronton]]></category>
		<category><![CDATA[carter truck]]></category>
		<category><![CDATA[carter wing box]]></category>
		<category><![CDATA[jamus godo andalan]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pindahan murah]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[mengantuk di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[tronton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jagomover.com/?p=732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Donny Dwisatryo Priyantoro &#124; Editor Agung Kurniawan JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Belum lama ini, terjadi kecelakaan tragis yang merenggut nyawa &#8230; </p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com/catat-mengemudi-di-jalan-tol-paling-rentan-terkena-microsleep/">Catat, Mengemudi di Jalan Tol Paling Rentan Terkena Microsleep</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com">Jago Movers</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis Donny Dwisatryo Priyantoro | Editor Agung Kurniawan JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Belum lama ini, terjadi kecelakaan tragis yang merenggut nyawa artis Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Andriansyah. Kecelakaan tersebut diduga terjadi karena pengemudi yang mengalami kelelahan, sehingga mengalami&nbsp;microsleep. Kecelakaan mau tersebut terjadi di Tol Nganjuk arah Surabaya, kilometer 672+400A, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).</p>



<p>Saat mengemudi di jalan tol, pengemudi paling rentan terserang microsleep atau kondisi ketika tubuh tertidur sementara. Tapi, akibatnya sangat fatal, karena bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Tol Nganjuk, Vanessa Angel dan Suami Meninggal Dunia Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, microsleep bisa terjadi karena kondisi perjalanan yang stagnan. Bisa disebabkan rute yang jalurnya lurus terus atau jalan yang sudah sering pengemudi lewati.</p>



<p>&#8220;Ketika kondisi stagnan pengemudi cenderung bosan sehingga hanya melihat jalan tanpa melakukan antisipasi. Kondisi ini yang membuat otak tidak aktif bekerja,&#8221; ujar Jusri, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Jusri menambahkan, microsleep bisa juga terjadi saat mata terbuka, ketika tengah berkendara. Kondisi di mana mata terbuka, tetapi kesadaran hilang, ini tentu sangat berbahaya.</p>



<p>&#8220;Misalnya, seandainya mobil sedang melaju pada kecepatan 70 kilometer per jam (kpj), microsleep selama 3 detik membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh 200 meter,&#8221; kata Jusri. Jangan abaikan kondisi microsleep yang berawal dari kelelahan ini. Langkah paling baik adalah berhenti di tempat peristirahatan atau rest area dan istirahat sejenak. &#8220;Bisa dibuat waktu periodik istirahat, misal setiap perjalanan dua jam sekali berhenti istirahat,&#8221; ujar Jusri.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com/catat-mengemudi-di-jalan-tol-paling-rentan-terkena-microsleep/">Catat, Mengemudi di Jalan Tol Paling Rentan Terkena Microsleep</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com">Jago Movers</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jagomover.com/catat-mengemudi-di-jalan-tol-paling-rentan-terkena-microsleep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awas Microsleep, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya</title>
		<link>https://jagomover.com/awas-microsleep-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/</link>
					<comments>https://jagomover.com/awas-microsleep-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2022 08:06:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amandijalan]]></category>
		<category><![CDATA[jago movers]]></category>
		<category><![CDATA[jamus godo andalan]]></category>
		<category><![CDATA[mengantukdiperjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[microsleep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jagomover.com/?p=730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Serafina Ophelia &#124; Editor Aditya Maulana JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Berkendara jarak jauh dapat memicu kejenuhan dan keletihan pengemudi, khususnya &#8230; </p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com/awas-microsleep-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/">Awas Microsleep, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com">Jago Movers</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis Serafina Ophelia | Editor Aditya Maulana JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Berkendara jarak jauh dapat memicu kejenuhan dan keletihan pengemudi, khususnya bila jalan yang dilewati stagnan atau statis seperti jalan tol. Serupa dengan mengantuk, namun jika sudah sampai di tahap microsleep, kesadaran seseorang benar-benar turun dan tertidur selama beberapa detik. Biasanya, hal ini terjadi tanpa disadari. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan bahwa kondisi microsleep ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi melalui beberapa tahapan terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Ada fase-fasenya. Yang pertama, biasanya di tiga jam atau empat jam pertama dia (pengemudi) udah mulai letih. Di jam ketiga itu mulai super letih, ngantuk berat. Nah, di fase itulah biasanya si pengemudi terkena microsleep,&#8221; kata Sony kepada Kompas.com, Senin (3/1/2022). Ia melanjutkan, kondisi-kondisi seperti duduk diam dalam waktu yang lama bisa memperparah dan mempercepat microsleep. &#8220;Jadi, otak itu sebenarnya udah shut down, udah stuck,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Sony, ada hal yang membedakan antara perasaan mengantuk dengan microsleep. Saat mengantuk, pengemudi akan merasakan reaksi mereka melambat. &#8220;Kalau ngantuk, yang tidur adalah matanya. Tapi kalau microsleep, yang tidur itu otaknya,&#8221; kata Sony. Seringkali, lanjut Sony, pengemudi yang mulai mengantuk menambah kecepatan kendaraan untuk menambah adrenalin. Namun, hal ini justru berbahaya. &#8220;Begitu adrenalin naik, kecepatan di 140 km/jam kemudian terkena microsleep, di kecepatan itulah fatalitynya,&#8221; ucap dia.</p>



<p>Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa pemicu microsleep bermaca-macam. &#8220;Bisa diakibatkan kebosanan, kejenuhan, rutinitas,&#8221; kata Jusri saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/1/2022). Jusri menjelaskan, orang yang terkena microsleep bisa saja bugar secara fisik. Namun keadaan yang monoton dan membosankan inilah yang menjadi pemicu microsleep. Namun, Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan bahwa keadaan fisik yang kurang baik juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya micro sleep. &#8220;Micro sleep bisa terjadi karena faktor fisik dan psikis. Fisik yang lelah, kurang enak badan dan di bawah pengaruh obat dapat menyebabkan microsleep,&#8221; ujar Marcell pada Kompas.com, Senin (3/1/2022). Keadaan psikis pengemudi yang buruk, misalnya stres, juga dapat memicu hal ini. Marcell menekankan, bahwa pada akhirnya untuk mengatasi microsleep, pengemudi perlu tidur. &#8220;Segala usaha untuk menahan ngantuk, tidak ada yang efektif,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk mengantisipasi terjadinya microsleep, Sony mengatakan bahwa pengemudi perlu istirahat di sela-sela perjalanan. &#8220;Banyak pengemudi yang melakukan istirahatnya sudah bener, duduk ngobrol minum kopi gitu ya. Tapi waktu kita beristirahat itu, saraf, otak dan otot harus dirangsang, di-refresh,&#8221; jelasnya. Senada dengan Sony, Jusri mengatakan bahwa perlu ada stimulus-stimulus agar otak tetap bekerja dengan optimal. &#8220;Istirahat pertama itu cukup dengan stretching, gerakan badan, 15 menit. </p>



<p>Kemudian mereka harus melakukan power nap, 15 hingga 30 menit. Ini akan memberikan kebugaran pada pengemudi,&#8221; jelas Jusri. Kemudian, untuk menjaga kesadaran tetap utuh selama perjalanan, Jusri mengatakan bahwa pengemudi harus selalu sadar dan waspada dengan keadaan sekitar. &#8220;Misal, ada mobil datang dari arah depan. Kalau dilihat saja, dia (pengemudi) melihat ada mobil datang dari arah berlawanan. Itu sekedar melihat. Tapi stimulus itu merasakan apa yang dia lihat. Bahwa mungkin mobil yang datang dari depan ini bisa tiba-tiba masuk ke jalur kita. Karena kita tidak tahu kondisi si pengemudi itu,&#8221; ujar Jusri. Dengan selalu waspada, pengemudi menjadi tetap sadar dan berhati-hati di jalan. &#8220;Kita tidak boleh lengah satu detikpun. Kalau ada tanda-tanda keletihan, ya kita harus segera berhenti. Pada kecepatan 50 km/jam saja, ketika kita ngantuk, satu detik itu mobil sudah bisa bergerak 14 meter. Bisa nabrak jembatan, orang, dan lain-lain,&#8221; ujar dia.<br></p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com/awas-microsleep-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/">Awas Microsleep, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://jagomover.com">Jago Movers</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jagomover.com/awas-microsleep-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/143 objects using memcache
Page Caching using disk: enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 2/90 queries in 0.065 seconds using redis (Request-wide modification query)

Served from: jagomover.com @ 2026-09-09 17:18:12 by W3 Total Cache
-->